Nasional

Danantara Dinilai Tepat Atasi Penyimpangan BUMN oleh Prabowo

Danantara Dinilai Tepat Atasi Penyimpangan BUMN oleh Prabowo

Presiden Prabowo Subianto mengkritik regulasi yang menghambat audit cucu perusahaan BUMN, sementara BUMN induk masih bisa diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dalam HUT Ke-1 Badan Pengelola Investasi Danantara, Prabowo menyebutkan beberapa BUMN memiliki ratusan anak dan cucu perusahaan, seperti Pertamina yang tercatat memiliki 200 entitas.

Menurutnya, kondisi ini rentan penyimpangan dan kebocoran aset negara, sehingga konsolidasi BUMN melalui Danantara menjadi langkah tepat. Dengan pengawasan satu manajemen dan standar global, pengelolaan BUMN lebih terkontrol dan return on asset meningkat, tercatat lebih dari 300 persen sepanjang 2025.

Meski capaian itu tinggi, Prabowo menegaskan target ideal return on asset BUMN adalah minimal 10 persen, dengan target optimal 12–15 persen, agar kontribusi ke negara bisa mencapai Rp800 triliun per tahun. Presiden juga menekankan tata kelola yang bersih dan transparan harus bersumber dari integritas pengelola, bukan hanya laporan angka. Dengan langkah ini, kekayaan negara dapat terlindungi sekaligus tujuan BUMN sebagai penggerak ekonomi nasional tercapai.

Dikutip dari antaranews.com