akarta – Ketua DPR RI Puan Maharani membuka Rapat Paripurna DPR RI Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025–2026 dengan menyoroti konflik di Timur Tengah.
Dalam pidatonya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (10/3/2026), Puan menyinggung meningkatnya ketegangan setelah serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Menurutnya, konflik tersebut menunjukkan dinamika geopolitik global yang sarat kepentingan strategis, dominasi keamanan regional, serta persaingan kekuatan dunia.
Puan menilai eskalasi militer yang terjadi saat ini berpotensi mengabaikan prinsip penghormatan terhadap kedaulatan negara serta memperlihatkan lemahnya peran lembaga multilateral dalam mencegah konflik yang lebih luas.
Karena itu, DPR RI mendukung berbagai upaya diplomasi agar seluruh pihak dapat menahan diri dan menyelesaikan sengketa secara damai. DPR juga mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengambil langkah menjaga hukum internasional, melindungi masyarakat sipil, serta memastikan stabilitas global.
Ia juga menegaskan pemerintah Indonesia harus tetap menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif dalam merespons dinamika geopolitik dunia.
Dalam pidatonya, Puan turut menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dalam konflik tersebut.
Dikutip dari antaranews.com