Menjaga kebugaran dan kesehatan selama puasa Ramadhan membutuhkan strategi latihan dan pola makan yang tepat. Ahli personal training Gok Yesodharan menyarankan fokus pada menjaga kondisi, bukan meningkatkan performa. Latihan ringan hingga sedang seperti jalan cepat atau beban rendah ideal, sedangkan latihan intensitas tinggi seperti HIIT sebaiknya dihindari. Waktu latihan paling efektif adalah 90 menit sebelum berbuka atau satu–dua jam setelah berbuka atau sebelum sahur.
Asupan makanan saat berbuka dan sahur harus diperhatikan. Saat berbuka, konsumsi karbohidrat cepat cerna seperti kurma, diikuti protein dan karbohidrat kompleks. Saat sahur, fokus pada energi tahan lama dari oatmeal, kacang, biji-bijian, dan yogurt Yunani. Protein harus dikonsumsi cukup untuk mencegah pemecahan otot. Hindari sauna saat puasa dan pastikan hidrasi efektif dengan minum air bertahap, menambahkan garam laut atau elektrolit, serta mengurangi kafein.
Kesehatan mental juga penting. Pola tidur solifasik, tidur siang singkat, serta konsumsi makanan bernutrisi membantu menjaga suasana hati dan energi. Terakhir, dengarkan tubuh: hentikan aktivitas fisik jika muncul gejala pusing, jantung berdebar, kram, atau mual. Dengan strategi ini, tubuh tetap sehat dan bugar selama menjalankan ibadah puasa.
Dikutip dari antaranews.com