Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (MenLHK) Hanif Faisol Nurofiq menekankan bahwa pelestarian lingkungan merupakan bagian dari pengamalan agama saat peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 H/2026 M di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Hanif menekankan tema “Pesan Ekoteologi”, yang mengajak umat Islam menjadikan kelestarian alam sebagai bagian dari ibadah sehari-hari. Ia mengingatkan dampak krisis lingkungan, termasuk banjir, longsor, dan cuaca ekstrem yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, serta wilayah lain di Indonesia, sebagai konsekuensi nyata perubahan iklim.
Menurut MenLHK, puncak Isra Mikraj berupa perintah shalat lima waktu mengandung pesan agar ibadah membumi, mencegah kemungkaran sosial sekaligus ekologis. Praktik wudu, sujud, dan waktu shalat mengajarkan hemat air, menjaga kesucian tempat, dan harmoni dengan alam. Ia mengajak masyarakat untuk tidak membakar hutan, mencemari sungai, membuang sampah sembarangan, serta menggunakan sumber daya alam secara bijak.
Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag Muchlis M. Hanafi menambahkan bahwa Isra Mikraj juga menjadi momentum memperdalam spiritualitas, toleransi, dan kesadaran ekologis, sehingga kehidupan menjadi lebih harmonis antara manusia dan alam ciptaan Allah SWT.
Sumber RRI.co.id