Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6 persen pada 2026, lebih tinggi dari proyeksi APBN 5,4 persen. Strategi yang ditempuh mencakup peningkatan belanja negara sejak awal tahun, sinkronisasi kebijakan dengan Bank Indonesia, serta perbaikan aturan yang menghambat masuknya investasi.
Pada 2025, ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh 5,2% dengan performa triwulan ke-4 di atas 5,5 persen. Pemerintah secara konsisten menjaga stabilitas makroekonomi, termasuk pengendalian inflasi 2,72 persen (yoy) per November 2025, daya beli masyarakat, dan penciptaan lapangan kerja.
Dari sisi eksternal, cadangan devisa Indonesia tercatat USD 150,1 miliar, sementara surplus neraca perdagangan berlangsung selama 66 bulan berturut-turut, mencapai USD 35,88 miliar pada Januari–Oktober 2025. Aktivitas investasi juga kuat, dengan realisasi hingga September 2025 mencapai Rp1.434,3 triliun (13,7% YoY), didukung pertumbuhan penyaluran kredit 7,36 persen.
Peringkat ekonomi Indonesia menguat secara global. PDB nominal 2024 mencapai USD 1.396,3 miliar, sedangkan ukuran Paritas Daya Beli (PPP) menempatkan Indonesia sebagai ekonomi terbesar ke-8 dunia dengan nilai USD 4,10 triliun, serta PDB per kapita sebesar Rp78,62 juta (USD 4.960,33).
Kepercayaan pasar modal juga tinggi, tercermin dari IHSG 8.644,26 dan nilai tukar Rupiah stabil di Rp16.785/USD pada akhir 2025, menandai fondasi kuat untuk mencapai target pertumbuhan 6 persen di 2026.
Dikutip dari liputan6.com