Ekonomi

Minyak Brent & WTI Menguat Tipis, Investor Tunggu Dampak Konflik Rusia-Ukraina dan Yaman

Minyak Brent & WTI Menguat Tipis, Investor Tunggu Dampak Konflik Rusia-Ukraina dan Yaman

Harga minyak dunia stabil pada akhir 2025, dengan Brent di USD 61,92 per barel dan WTI di USD 57,95, meski investor tetap mencermati ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan kian meredupnya harapan perdamaian Rusia-Ukraina.

Fluktuasi harga dipicu oleh serangan udara Arab Saudi terhadap Yaman dan tuduhan Rusia atas serangan drone Ukraina ke kediaman Presiden Putin. Meski potensi gangguan pasokan meningkat, persepsi pasar global yang kelebihan pasokan menahan kenaikan harga. Blokade AS terhadap minyak Venezuela dan cuaca buruk di Caspian turut memengaruhi pergerakan pasar.

Analis UBS, Giovanni Staunovo, menilai pasar kini menyesuaikan ekspektasi dan tidak mengharapkan terobosan perdamaian dalam jangka pendek. Sementara itu, harga diperkirakan cenderung turun pada kuartal pertama 2026 akibat kelebihan pasokan minyak global.

Kenaikan sebelumnya tercatat saat Brent dan WTI menguat lebih dari 2% setelah ketegangan Yaman meningkat dan harapan perdamaian Rusia-Ukraina memudar. Investor tetap mewaspadai perkembangan geopolitik, termasuk pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai potensi aksi militer terhadap Iran jika program rudal balistik atau nuklir dilanjutkan.

Dikutip dari liputan6.com