Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Jumat (19/12/2025), berpotensi mencatat kenaikan mingguan lebih dari 1%. Berdasarkan data CNBC, harga emas di pasar spot naik 0,3% ke level USD 4.346,69 per ounce, sementara kontrak berjangka emas AS meningkat 0,4% ke USD 4.380 per ounce.
Penguatan harga emas ini didorong meningkatnya ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed). Data ekonomi AS yang menunjukkan perlambatan inflasi dan kenaikan tingkat pengangguran semakin memperkuat peluang pelonggaran kebijakan moneter. Inflasi konsumen AS pada November tercatat 2,7% year-on-year, lebih rendah dari perkiraan 3,1%, dan tingkat pengangguran meningkat menjadi 4,6%, level tertinggi sejak September 2021.
Menurut Chief Market Strategist Blue Line Futures, Phillip Streible, data inflasi lebih rendah dan melemahnya laporan tenaga kerja menegaskan bahwa The Fed memiliki ruang untuk melonggarkan kebijakan. Selain itu, ketidakpastian arah kebijakan bank sentral global membuat emas tetap diminati sebagai aset lindung nilai.
Pelaku pasar kini memperkirakan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing 25 basis poin oleh The Fed pada tahun depan, menjadi faktor utama pendorong harga emas jangka pendek.
Dikutip dari liputa6.com