Ekonomi

Harga Minyak Dunia Turun, Brent Rp60,56 per Barel Terdampak Surplus dan Perdamaian Rusia-Ukraina

Harga Minyak Dunia Turun, Brent Rp60,56 per Barel Terdampak Surplus dan Perdamaian Rusia-Ukraina

Harga minyak mentah dunia melemah pada perdagangan Senin, dipengaruhi oleh ekspektasi surplus global pada 2026 dan prospek perdamaian Rusia-Ukraina. Brent turun ke USD 60,56 per barel, sedangkan WTI AS berada di USD 56,82 per barel. Pelemahan ini terjadi meski ketegangan antara AS dan Venezuela sedikit menahan turunnya harga.

Penurunan harga minyak juga terdorong oleh perlambatan ekonomi China, konsumen minyak terbesar dunia. Aktivitas manufaktur turun ke level terendah dalam 15 bulan, sementara penjualan ritel melemah sejak Desember 2022. Ekspor minyak Venezuela yang menurun akibat sanksi AS juga menambah dinamika pasokan.

Pembicaraan damai Rusia-Ukraina yang berjalan konstruktif dapat meningkatkan pasokan minyak Rusia, yang selama ini terbatas karena sanksi Barat. Prospek ini menekan harga lebih lanjut. J.P. Morgan memproyeksikan surplus minyak global akan terus melebar hingga 2026–2027, dengan pasokan tumbuh tiga kali lebih cepat dibandingkan permintaan.

Analis UBS Giovanni Staunovo menilai sentimen risk-off di pasar global, termasuk pelemahan saham AS dan data ekonomi China, semakin menahan kenaikan harga minyak. Kombinasi faktor surplus, geopolitik, dan perlambatan ekonomi global membuat harga minyak dunia cenderung tertekan dalam waktu dekat.

Dikutip dari liputan6.com