Menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemprov Jabar memastikan harga pangan Jawa Barat tetap stabil meski permintaan meningkat. Kepala Disperindag Jabar, Nining Yuliastiani, menyatakan bahwa daging ayam ras dan telur ayam ras saat ini surplus, bahkan Jawa Barat menjadi pemasok ke provinsi lain seperti Jakarta.
Pemprov Jabar menyiapkan tiga strategi utama untuk meredam potensi gejolak harga:
- SPHP: Penyaluran beras medium dengan harga HET Rp62.500 per 5 kg di pasar rakyat dan ritel modern.
- Gerakan Pangan Murah (GPM): Operasi pangan murah hingga 300 kali dengan dukungan APBN, APBD, dan pihak swasta.
- Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI): Paket sembako dengan subsidi besar, dijual Rp40.000 dari harga pasar Rp96.700, menyasar lebih dari 100 ribu penerima manfaat.
Selain itu, distribusi minyak goreng rakyat Minyakita diperkuat dengan target minimal 35% penyaluran langsung ke masyarakat. Pemprov Jabar juga memantau hasil panen cabai dari tujuh sentra utama untuk memastikan pasokan stabil selama musim hujan.
Nining mengimbau masyarakat tidak menimbun dan tetap berbelanja sesuai kebutuhan. Pemerintah melakukan pengawasan terpadu bersama Satgas Pangan Polri dan Ditjen PKTN Kementerian Perdagangan, guna memastikan harga pangan Jawa Barat Natal 2025 tetap stabil dan ketersediaan stok aman.
Dikutip dari antaranews.com