Laporan terbaru Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh menyebutkan bahwa jumlah korban banjir Aceh 2025 kembali bertambah. Hingga Jumat malam (5/12/2025), tercatat 349 orang meninggal dunia, sementara 92 orang masih belum ditemukan. Bencana yang terjadi sejak 18 November ini telah melanda hampir seluruh wilayah Aceh.
Hingga kini, total warga terdampak mencapai 1,4 juta jiwa atau 321.134 KK, dengan 775.346 jiwa mengungsi di 824 titik pengungsian. Selain itu, tercatat 2.872 warga mengalami luka ringan dan 576 luka berat. Tingginya angka pengungsi menunjukkan skala bencana yang sangat besar dan kompleks.
Juru bicara Posko, Murthalamuddin, menegaskan bahwa pemerintah bersama tim SAR, TNI, Polri, dan relawan terus memfokuskan upaya pada evakuasi, pencarian korban hilang, dan pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi. Distribusi bantuan dilakukan melalui tiga jalur—darat, laut, dan udara—untuk menjangkau daerah yang terisolasi akibat putusnya akses transportasi.
Kerusakan fasilitas publik juga sangat signifikan, di antaranya 205 kantor pemerintahan, 201 tempat ibadah, 243 sekolah, 15 pondok pesantren, 452 titik jalan, 312 jembatan, serta 245 rumah sakit dan puskesmas. Sementara kerusakan harta benda warga mencakup 115.228 rumah, 65.024 hektare sawah, dan 12.513 hektare lahan perkebunan. Banjir Aceh 2025 menjadi salah satu bencana hidrometeorologi terbesar dalam sejarah provinsi tersebut.
Dikutip dari RRI.co.id