Memasuki periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa Pemda harus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana dan naiknya mobilitas masyarakat. Dalam Rakor Antisipasi Nataru, ia menyebut bahwa cuaca ekstrem dan dinamika peningkatan perjalanan dapat menimbulkan risiko serius jika tidak diantisipasi secara komprehensif.
Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah daerah telah mengalami bencana besar mulai dari banjir bandang hingga longsor di Jawa Tengah, serta bencana berskala luas di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Mendagri mengingatkan bahwa bencana dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, sehingga butuh koordinasi intensif antar-instansi, termasuk Forkopimda.
Selain faktor bencana, peningkatan mobilitas pada moda transportasi darat, laut, dan udara juga diperkirakan memicu meningkatnya kebutuhan pangan. Mendagri menekankan pentingnya kesiapan pasokan pangan dan stabilitas harga agar situasi tetap terkendali. Pengamanan kawasan wisata dan titik-titik perayaan malam Tahun Baru pun menjadi perhatian khusus.
Di sisi lain, pemerintah pusat terus mempercepat pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak bencana. Menko Infrastruktur AHY menggerakkan kementerian terkait untuk mempercepat pembukaan akses darat, memastikan pasokan BBM, stabilitas listrik, serta kelancaran logistik dan distribusi bantuan.
Dengan kolaborasi antarsektor dan kesiapsiagaan terpadu, pemerintah berupaya memastikan Nataru 2025 berlangsung aman, tertib, dan tetap kondusif bagi masyarakat.
Dikutip dari RRI.co.id