Daerah

Gunung Semeru Level IV: Aktivitas Erupsi dan Lahar Hujan Masih Tinggi

Gunung Semeru Level IV: Aktivitas Erupsi dan Lahar Hujan Masih Tinggi

Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, masih menunjukkan aktivitas erupsi berkelanjutan satu pekan setelah awan panas besar meluncur sejauh 13,8 km pada 19 November 2025. Badan Geologi Kementerian ESDM memastikan tingkat aktivitas tetap berada pada Level IV (Awas) karena letusan dangkal dan kegempaan masih tinggi.

Hingga 26 November pukul 12.00 WIB, pemantauan mencatat 27 letusan dengan asap putih kelabu setinggi 300–1.000 meter yang mengarah ke utara dan tenggara. Kondisi berkabut sering menghalangi observasi visual, namun pola erupsi kecil-menengah dari Kawah Jonggring Seloko terus terjadi.

Data kegempaan menunjukkan 231 gempa letusan, 10 gempa guguran, 43 gempa hembusan, 1 tremor non-harmonik, dan 9 gempa tektonik, menandakan suplai magma dangkal masih berlangsung tetapi tidak mengarah pada erupsi besar. Pemantauan GPS dan tiltmeter juga menunjukkan deformasi relatif stabil.

Selain letusan kecil, ancaman lahar hujan melalui Besuk Kobokan menjadi perhatian serius. Lahar dapat memicu letusan sekunder tanpa tanda kegempaan sebelumnya. Badan Geologi menegaskan zona larangan wajib: radius 8 km dari puncak harus steril, sektor tenggara Besuk Kobokan hingga 20 km dilarang, serta sempadan sungai 500 meter harus dikosongkan. Masyarakat, relawan, dan wisatawan diminta tidak memasuki zona terlarang karena risiko letusan dan lahar tetap tinggi.

Dikutip dari liputan6.com