Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah VI kembali menggelar Pameran Kebudayaan Tahunan di Palembang dengan tema “Arsitektur Tradisional Sumatera Selatan”. Tahun ini, pameran hadir lebih edukatif dan interaktif bagi pengunjung.
Kegiatan berlangsung pada 7-9 November 2025 di Atrium OPI Mall Palembang dan terbuka untuk umum. Kepala BPK Wilayah VI, Kristanto Januardi, menegaskan pameran ini merupakan agenda rutin tahunan meski jadwalnya bergeser dari Oktober ke November. “Kami konsisten menghadirkan tema berbeda setiap tahun untuk edukasi budaya masyarakat,” ujarnya.
Pameran menampilkan sembilan jenis rumah adat Sumatera Selatan dari 17 kabupaten/kota, termasuk Rumah Limas, Rumah Ulu Musi, Rumah Lamban Tuha, dan Rumah Baki khas suku Ogan dan Semende. Miniatur rumah adat dipamerkan dalam bentuk maket, animasi digital, dan foto dokumentasi. Mahasiswa arsitektur Universitas Sriwijaya ikut berperan sebagai pemandu informasi bagi pengunjung.
Selain menampilkan arsitektur, filosofi gotong royong atau “sambayan rame” diangkat sebagai nilai kearifan lokal yang masih relevan. Rumah adat dulunya dibangun bersama warga tanpa tukang berbayar, mencerminkan solidaritas sosial tinggi.
Penelitian arsitektur dilakukan oleh Iwan Muraman Ibnu, dosen arsitektur Unsri sekaligus peneliti rumah adat sejak 2003. Ia menjelaskan bahwa rumah adat mencerminkan identitas suku masing-masing, seperti Semende, Ogan, dan Basemah, termasuk rumah bangsawan seperti Rumah Pangeran Dinu Lahat.
Tidak hanya pameran, pengunjung juga dapat menikmati pertunjukan seni tradisional, mulai dari tarian daerah, musik lokal, wayang Palembang, hingga dulmuluk. Kristanto menambahkan, pameran ini diisi 12 penampil untuk memeriahkan panggung budaya selama tiga hari, sekaligus membangkitkan kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya Sumatera Selatan yang mulai jarang dikenal generasi muda. Dikutip dari RRI.co.id