Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) akan memperkuat hilirisasi industri kreatif untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus mengurangi dominasi produk kreatif asing di pasar domestik. Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa ekonomi kreatif diposisikan sebagai salah satu mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang pengembangannya harus dimulai dari daerah agar manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Menurut Riefky, penguatan hilirisasi dilakukan dengan mendorong berbagai subsektor ekonomi kreatif agar mampu bersaing di pasar domestik maupun internasional. Pemerintah juga akan mengaktivasi desa kreatif yang telah berkembang di berbagai daerah melalui pendampingan berkelanjutan, peningkatan kapasitas pelaku usaha, sertifikasi, hingga komersialisasi karya intelektual.
Selain itu, Kemenekraf akan mengoptimalkan fungsi creative hub yang sudah tersedia di berbagai daerah sebagai ruang kolaborasi bagi talenta dan wirausaha kreatif tanpa harus membangun fasilitas baru. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dari tingkat daerah, memperbesar kontribusinya terhadap perekonomian nasional, serta menjadikan produk kreatif Indonesia lebih kompetitif di pasar regional dan global.