Kementerian UMKM mencatat potensi transaksi dan komitmen kemitraan senilai Rp6,88 miliar dalam penyelenggaraan KUMITRA Jambore 2026 di Universitas Sangga Buana YPKP, Bandung. Capaian tersebut menjadi sinyal positif meningkatnya peluang produk UMKM untuk menembus pasar yang lebih luas melalui kemitraan strategis dengan dunia usaha.
Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza menjelaskan bahwa KUMITRA Jambore dirancang untuk menghubungkan pelaku UMKM dengan rantai pasok nasional yang mencakup ritel modern, industri pengolahan, sektor perhotelan, marketplace, dan lembaga pembiayaan. Menurutnya, capaian Rp6,88 miliar menunjukkan bahwa produk pengusaha mikro di Jawa Barat memiliki kualitas, kapasitas, dan peluang besar untuk masuk ke pasar yang lebih luas.
Penguatan kemitraan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mempercepat transformasi UMKM dari usaha mikro menjadi pelaku usaha yang lebih produktif dan kompetitif. Langkah itu juga sejalan dengan implementasi Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional yang mendukung target peningkatan jumlah penduduk berusaha dan bekerja.
Helvi menilai Jawa Barat memiliki potensi besar sebagai motor kewirausahaan nasional dengan sekitar 5,4 juta UMKM. Namun, sebagian besar pelaku usaha masih menghadapi tantangan berupa legalitas usaha, akses pembiayaan, pemanfaatan teknologi, hingga keterhubungan dengan industri. Untuk mempercepat proses tersebut, pemerintah mengintegrasikan layanan pendampingan, legalitas, pembiayaan, dan akses pasar melalui platform SAPA UMKM agar program pemberdayaan lebih tepat sasaran dan berbasis data.
KUMITRA Jambore 2026 diikuti lebih dari 1.000 peserta yang terdiri atas pelaku UMKM, komunitas usaha, perguruan tinggi, dan mitra bisnis. Forum tersebut diharapkan mampu melahirkan kemitraan bisnis baru yang memperluas akses pasar sekaligus memperkuat kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.